Sportlink, Jakarta – Ruud Gullit menilai aksi Serge Gnabry menendang Neymar pada final Liga Champions antara PSG kontra Bayern Munchen adalah momen kunci. Legenda Timnas Belanda itu memuji perbuatan Gnabry sebagai ‘passion’ yang harus dikeluarkan pada pertandingan tersebut.

Bayern Munchen meraih kemenangan 1-0 atas Paris Saint-Germain pada laga final Liga Champions musim ini, di Estadio da Luz, Senin (24/8/2020) dini hari WIB. Gol tunggal dicetak oleh Kingsley Coman.

Bukan hanya itu, The Bavarians juga menorehkan treble winner pada musim 2019/2020. Sebelumnya, Bayern Munchen sukses merengkuh gelar Bundesliga dan DFB Pokal.

Di sisi lain, PSG harus mengubur impiannya meraih trofi Liga Champions yang perdana. Meski begitu, lolos hingga ke final merupakan pencapaian yang cukup membanggakan untuk Les Parisiens.

Laga tersebut diwarnai aksi Serge Gnabry menendang Neymar. Ruud Gullit merasa hal seperti itu perlu dilakukan.

“Momen kunci pada laga ini adalah ketika Gnabry menendang Neymar. Apa yang dilakukannya seperti, ‘Hei, kami akan memenangi laga ini’. Saya suka apa yang Gnabry lakukan, sebab itu diperlukan,” ujar Gullit.

“Anda butuh sedikit agresi, harus ada itu yang namanya intimidasi. Serge Gnabry menunjukkannya. Lihat saja, setelah kejadian itu, Bayern Munchen bisa mencetak gol,” kata Gullit lagi.

 Serge Gnabry, pemain buangan Arsenal yang berkilau bersama Bayern Munchen merupakan top skorer kedua Liga Champions 2019/2020. Ia mengoleksi sembilan gol.

Gnabry kalah dari rekan satu timnya, Robert Lewandowski, yang mencetak enam gol lebih banyak atau 15 gol. Sumbangan terbesar Gnabry terjadi pada laga kontra Tottenham Hotspur, di mana ia melesakkan empat dari tujuh gol Bayern Munchen.

 

@Bola.com